“Ku Relakan Segalanya”
Sudah
bertahun-tahun ku jalani hari-hari indah denganmu. Perbedaan yang begitu banyak
yang kita hadapi bersama. Cintalah yang menguatkan kita hingga 7 tahun ini.
Rasa saling percaya, rasa saling mengerti, rasa saling menghormati dan rasa-rasa
yang lainnya. Usia yang sudah tak lagi seperti anak kecil yang sudah pantas
untuk menjalani kehidupan yang sesungguhnya. Tak berani aku tuk menghadap kedua
orangtuamu. Dengan niat dan tekat yang bulat ku jalani dan kuhadapi semuanya
dengan rasa cinta yang ku miliki kepadamu.
Christy : ” Ibu, Ayah besok Andre ingin menemui
kalian untuk membicarakan sesuatu untuk masa depan kami”
Ayah : “ Apa dia ingin mempersuntingmu anakku?”
Christy : “ Semoga hal itu terjadi”
Ibu : “ Apa dia mau mempertaruhkan agamanya untukmu?”
Christy : “ Aku tidak tahu bu”
Christy meninggalkan kedua orangtuanya
di ruang tamu dan pergi ke kamar. Christy hanya merenungi nasib yang sedang di
alami. Christy terdiam, menangis dan menceritakan segalanya kepada Bapa.
Christy berdoa dan menceritakan segalanya kepada Tuhan “ Bapaku yang ada di
Surga. Tuhan engkau maha tahu apa yang menjadi permasalahanku saat ini Bapa.
Aku ingin semua harapan dan doaku selama ini terwujud Tuhan. Aku ingin bersama
dengan Andre dan dia mau mengikutiMu Yesus. Selama ini kesungguhanku mengikuti
segala ajaran dan firmanmu Bapa dan aku harap Andre bisa menerima ini semua.
Dan semoga keesokan hari semua yang menjadi harapanku terjadi dan semua kan
baik baik saja. AMIN”
Keesokan harinya
andre datang sendiri ke rumah Christy. Andre menyampaikan apa yang menjadi
tujuannya selama ini untuk meminang Christy.
Andre
: “ Ibu, Ayah kedatangan saya
kesini ingin memberi tahu tujuan saya dengan Christy. Bahwa selama ini saya
ingin selalu bersama dengan Christy untuk menghabiskan waktu ini hingga kami
tua ”
Ayah
: “ Apakah kedua orangtuamu sudah
tahu tentang hal ini. Dan kau tahu apa konsekuensinya?”
Andre
: “ Maaf sebelumnya saya belum
berani membicarakan hal ini kepada kedua orang tua saya “
Ibu : “ Kenapa begitu nak?”
Andre
: “ Saya belum siap untuk
memberitahukan, bahwa saya siap menikahi Christy dan menerima konsekuensinya “
Ayah : “ Kalau memang kamu yakin dan benar
benar ingin mempersunting putri ayah datanglah dengan orang tuamu dan akan
segera ayah antar ke gereja untuk membaptismu dan menikahkanmu dengan putri
ayah “
Andre : “ Baik yah”
Setelah Andre
menemui Ayah Christy dan memikirkan segala hal dan konsekuensi yang akan di
terimanya dan mengumpulkan mental untuk membicarakan semuanya kepada kedua orangtuanya.
Semenjak pertengkaran andre
dengan kedua orangtuanya Andre sudah tak memberi kabar kepada Christy sama
sekali dan hampir 1bulan. Andre yang menghilang entah kemana dan tak ada
kabarpun membuat Christy semakin menjadi-jadi dan membuat dia menjadi Strees.
Christy hanya menangis dan melamun tanpa sedikitpun tertawa. Perubahan Christy
yang sering mengurung diri di kamar dan sering menyalahkan dirinya sendiri.
Hingga Christy membenci Tuhan kenapa masalah sebesar ini harus dia tanggung
“Apakah Tuhan sudah tak sanyang lagi kepada ku? Jadi buat apa aku selama ini
mengikuti ajaran Mu?” ucapan itu begitu seringenapa masalah sebesar ini harus
dia tanggung “Apakah Tuhan sudah tak sanyang lagi kepada ku? Jadi buat apa aku
selama ini mengikuti ajaran Mu?” ucapan itu begitu sering di ucapkan Christy.
Membuat kedua orang tua Christy pun
bingung harus bagaimana. Bulan sudah berganti dan tak ada sedikitpun kabar dari
Andre. Orang tua Andre pun tidak tahu dimana Andre berada karena semenjak
pertikaian itu Andre marah dan keluar dari rumah. Orang tua Andre datang ke
rumah Christy dan menanyakan Andre kesana. Orang tua Andre sangat kasihan
melihat keadaan Christy dan orang tua Andre membicarakan hal yang menjadi
tujuan andre ke orang tua christy dan menyetujuinya. Seminggu setelah itu Andre
datang ke rumah Christy.
Andre : “ Syalom “
Ibu : “ Syalom “
Andre : “ Ibu, Christynya ada”
Ibu : “ Ke kamar langsung “
Andre melihat Christy yang sangat
depresi berat hingga strees. Andre mendekati Christy dan memeluk Christy. Dan
Andre pun membisikkan kata-kata kepada Christy “ Aku akan menikahimu dengan Kasih
Yesus Kristus “ dari kata-kata itu lah Christy mulai bangkit dari keterpurukan
yang selama ini menghantui pikirannya.
“Dan akhirnya, hendaklah
kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan
rendah hati.” ( 1 Petrus 3 : 8 ).
TUHAN MEMBERKATI
Karya : CR.
alkitab-bicara.blogspot.com



0 comments:
Post a Comment